Minat Baca Anak-anak Rendah, Pemuda Desa Kebagusan Dirikan Taman Baca (Ditinjau dari Teori Struktural Fungsional)
MAKALAH
MINAT BACA ANAK-ANAK RENDAH, PEMUDA DESA KEBAGUSAN DIRIKAN TAMAN BACA (DITINJAU DARI TEORI STRUKTURAL FUNGSIONAL)
Disusun guna memenuhi tugas UAS
Mata Kuliah : Sosiologi
Dosen Pengampu : Syamsul Bakhri, M. Sos
Disusun oleh :
Rizza Olivia Novitasari (3419110)
KELAS D
FAKULTAS USHULUDDIN ADAB DAN DAKWAH
KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM
IAIN PEKALONGAN
2020
KATA PENGANTAR
Segala puji hanya milik Allah SWT. Berkat limpahan rahmat-Nya penyusun mampu menyelesaikan makalah ini guna memenuhi tugas UAS mata kuliah Sosiologi yang berjudul “Minat Baca Anak-anak Rendah, Pemuda Desa Kebagusan Dirikan Taman Baca (Ditinjau dari Teori struktural Fungsional)”. Serta shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi besar Muhammad SAW, semoga kelak kita mendapatkan syafaatnya di yaumul akhir nanti.
Dalam penyusunan makalah ini, saya berharap makalah ini dapat berguna bagi mahasiswa IAIN PEKALONGAN, dan dalam perkuliahan khususnya mata kuliah Sosiologi. Adapun makalah ini saya susun dengan sebenar-benarnya serta dengan sumber yang akurat, dan apabila dalam makalah ini terdapat kekurangan atau kesalahan baik dalam isi, penulisan, maupun segi bahasa, saya mohon maaf atas ketidak telitian tersebut.
Karena Kesempurnaan hanya milik Allah SWT. Mohon maklum karena sayai masih dalam proses pembelajaran, serta saya siap diberi masukan dan bimbingan. Sekian, pengantar yang dapat saya sampaikan. Semoga kelak makalah ini dapat bermanfaat dalam pembelajaran mata kuliah ini.
Pemalang, 1 Juni 2020
Penulis
DAFTAR ISI
Sampul
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang 1
B. Rumusan Masalah 1
C. Tujuan Pembahasan 1
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Teori Struktural Fungsional 2
B. Teori Struktural Fungsional Dalam Taman Baca 5
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan 7
B. Kritik dan Saran 7
DAFTAR PUSTAKA 8
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Manusia merupakan makhluk sosial dimana setiap individu saling membutuhkan antara satu dengan yang lainnya. Setiap individu tidak bisa hidup sendiri. Mereka akan saling membutuhkan terutama dalam kehidupan bermasyarakat. Individu-individu tersebut menjalani kehidupan bermasyarakat dengan cara berkumpul saling berkomunikasi dan berinteraksi membuat suatu kelompok masyarakat yang memiliki tujuan yang sama yaitu menciptakan suasana kehidupan masyarakat yang harmonis, serasi, selaras dan seimbang.
Seperti halnya yang ada Di Dukuh Pulo Desa Kebagusan Kecamatan Ampelgading Pemalang dimana para pemuda-pemudinya sadar akan perubahan yang ada. Adanya inovasi dengan memanfaatkan teknologi modern yang ada membuat mereka berpikir bagaimana caranya mengubah tatanan masyarakat agar menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya dengan cara berkumpul saling berinteraksi dan bertukar pikiran mengenai keresahan mereka terhadap kondisi lingkungan sekitar mereka, kemudian mereka saling berkoordinasi dan bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan yaitu mendirikan taman baca masyarakat yang berguna bagi lingkungan sekitar agar kehidupan di desa nereka menjadi lebih baik dan maju dengan adanya genereasi penerus bangsa yang berwawasan dan peduli terhadap alam dan lingkungan sekitar.
B. Rumusan Masalah
Apa itu Teori Struktural Fungsional?
Bagaimana Teori Stuktural Fungsional dalam Taman Baca
C. Tujuan Pembahasan
Untuk mengetahui apa itu Teori Struktural Fungsional
Untuk mengetahui bagaimana Teori Struktural Fungsiaonal dalam taman baca
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN TEORI STRUKTURAL FUNGSIONAL
Teori Struktural Fungsional merupakan salah satu paham atau prespektif di dalam sosiologi yang memandang masyarakat sebagai satu sistem yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan satu sama lain dan bagian yang satu tidak dapat berfungsi tanpaadanya hubungan dengan bagian yang lainya. Teori ini dipelopori oleh Talcott Parson. Menurut yang saya pahami, teori ini berpendapat bahwa manusia adalah makhluk sosial dimana setiap individu saling membutuhkan antara satu dengan yang lainnya. Setiap individu tidak bisa hidup sendiri. Mereka akan saling membutuhkan terutama dalam kehidupan bermasyarakat. Individu-individu tersebut menjalani kehidupan bermasyarakat dengan cara berkumpul saling berkomunikasi dan berinteraksi membuat suatu kelompok masyarakat yang memiliki tujuan yang sama yaitu menciptakan suasana kehidupan masyarakat yang harmonis, serasi, selaras dan seimbang.
Kemudian perubahan yang terjadi pada satu bagian akan menyebabkan ketidakseimbangan dan pada giliranya akan menciptakan perubahan pada bagian lainya. Perkembangan fungsionalisme didasarkan atas model perkembangan sistem organisasi yang di dapat dalam biologi, asumsi dasar teori ini ialah bahwa semua elemen harus berfungsi atau fungsional sehingga masyarakat bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Dalam hidup bermasyarakat tentunya kita harus bersikap baik dan sadar akan peran dan fungsi kita di masyarakat. Perbedaan pendapat antarindividu dalam masyarakat merupakan hal yang lumrah, karena setiap individu mempunyai cara berpikir dan cara pandang mereka masing-masing. Kita sebagai mahasiswa harusnya paham bagaimana peran kita dalam kehidupan bermasyarakat. Kita harus menjadi penengah konflik antarindividu masyarakat dengan cara memposisikan kita sebagaimana mestinya sesuai adat dan kebiasaan yang berlaku ditengah masyarakat namun dengan tidak melupakan pola pikir kita yang moderen.
Menurut Talcott Parsons dalam mempelajari manusia untuk mengetahui suatu sisten tatanan di masyarakat adalah diumpamakan sebagai suatu bagain tubuh yang selalu berhubungan satu sama lain dan tidak terpisahkan serta memiliki fungsi yang jelas. Fungsi sebagai segala kegiatan yang diarahkan kepada memenuhi kebutuhan atau kebutuhan-kebutuhan dari sebuah sistem. Ada empat persyaratan mutlak yang harus ada supaya termasuk masyarakat bisa berfungsi. Keempat persyaratan itu disebutnya AGIL. AGIL adalah singkatan dari Adaption, Goal, Attainment, Integration, dan Latency. Demi keberlangsungan hidupnya, maka masyarakat harus menjalankan fungsi-fungsi tersebut, yakni:
1. Adaptasi (adaptation): sebuah sistem harus menanggulangi situasi eksternal yang gawat. Sistem harus menyesuaikan diridengan lingkungan dan menyesuaikan lingkungan itu dengan kebutuhannya.
2. Pencapain tujuan (goal attainment): sebuah sistem harus mendefinisikan dan mencapai tujuan utamanya.
3. Integrasi (integration): sebuah sistem harus mengatur antarhubungan bagian-bagian yang menjadi komponennya. Sistem juga harus mengelola antar hubungan ketiga fungsi penting lainnya (A,G,I,L).
4. Latency (pemeliharaan pola): sebuah sistem harus memperlengkapi, memelihara dan memperbaiki, baik motivasi individual maupun pola-pola kultural yang menciptakan dan menopang motivasi.
Sedangkan Struktural Fungsional menurut Emiel Durkhaim, Masyarakat modern dilihat oleh Durkheim sebagai keseluruhan organis yang memiliki realitas tersendiri. Keseluruhan tersebut memiliki seperangkat kebutuhan atau fungsi-fungsi tertentu yang harus dipenuhi oleh bagian-bagian yang menjadi anggotanya agar dalam keadaan normal, tetap langgeng. Bila mana kebutuhan tertentu tadi tidak dipenuhi maka akan berkembang suatu keadaan yang bersifat patologis. Sebagai contoh dalam masyarakat modern fungsi ekonomi merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi. Bilamana kehidupan ekonomi mengalami suatu fluktuasi yang keras, maka bagian ini akan mempengaruhi bagian yang lain dari sistem itu dan akhirnya sistem sebagai keseluruhan. Suatu depresi yang parah dapat menghancurkan sistem politik, mengubah sistem keluarga dan menyebabkan perubahan dalam struktur keagamaan.
Coser dan Rosenberg (1976: 490), melihat bahwa kaum fungsionalisme struktural berbeda satu sama lain di dalam mendefinisikan konsep-konsep Sosiologi mereka. Sekalipun demikian adalah mungkin untuk memperoleh suatu batasan dari dua konsep kunci berdasarkan atas kebiasaan sosiologis standar. Struktur menunjuk pada seperangkat unit-unit sosial yang relatif stabil dan berpola, atau suatu sistem dengan pola-pola yang relatif abadi. Lembaga-lembaga sosial seperti keluarga, agama, atau pemerintahan, termasuk struktur kelembagaan partai politik adalah contoh dari struktur atau sistem sosial yang masing-masing merupakan bagian yang saling bergantungan satu sama lain (norma-norma mengatur status dan peranan) menurut beberapa pola tertentu.
Robert K. Merton, adalah tokoh sosiologi yang banyak menjelasakan tentang kelompok sosial, bahkan ia sendiri menjelaskan anomi sebagai prilaku dalam penyimpangan sosial yang dapat menganggu hubungan masyarakat. Pada dasarnya Robert memberikan pandangan bahwa struktural fungsional adalah kehidupan masyarakat dalam kesimbangan sosial yang akan berjalan jika keteraturan sosial di fungsikan dengan baik.
Dari penjelasan mengenai teori struktural fungsional menurut para ahli diatas, dapat dikatakan bahwa teori ini mengemukakan bahwa masyarakat adalah bagian organisme yang akan memilih hidup dengan damai, tentram, dan seimbang. Setiap masyarakat memiliki keinginan untuk menciptakan kehidupannya dangan baik, yakni melalui cara berkelompok. Saling bekerjasama dan bergotong royong membangun keadaan lingkungan masyarakat yang hidup rukun saling bertoleransi antaranggota kelompok, antarumat seagama, antarumat beda agama, beda suku ras maupun budaya. Pandangan dalam teori struktural fungsional ini juga membawa manusia bahwa hidup ini tidak bisa terpisah dari fakta sosial serta realitas sosial yang akan menjadi kesimbangan sosial jika masyarakat mau bergabung menjadi satu, tanpa adanya persihan yang akan mendorong konflik sosial masyarakat. Terciptanya tatanan masyarakat yang baik akan menjadikan lingkungan masyarakat yang jauh dari adanya konflik masyarakat yang dapat membuat masyarakat terpecah belah.
B. TEORI STRUKTURAL FUNGSIONAL DALAM TAMAN BACA
Manusia merupakan makhluk sosial, saling membutuhkan satu dengan yang lainnya sehingga keberadaannya dalam masyarakat sangatlah penting sebagai individu yang berguna bagi lingkungan sekitarnya. Melihat apa yang kurang atau lebih untuk dimanfaatkan agar lingkungan sekitar menjadi lebih baik. Seperti halnya yang dilakukan oleh pemuda-pemudi Dukuh Pulo Desa Kebagusan Kecamatan Ampelgading Pemalang yang berinisiatif untuk mendirikan taman baca bagi anak-anak didesa mereka. Pendirian taman baca ini dilatar belakangi oleh keresahan, keprihatinan, dan kegelisahan para pemuda-pemudi yang melihat dilingkungan sekitar bahwa minat baca terutama anak-anak sudah menurun. Sebagai individu sosial dan kelompom yang sadar akan perubahan dan menginginkan keadaan tatanan masyarakatnya menjadi lebih baik, mereka berkumpul saling bertukan pikiran untuk memecahkan rasa kekhawatiran mereka dengan keadaan yang ada hingga akhirnya mereka berinisiatif untuk membuat perpustakaan keliling.
Pada awalnya memang berbentuk perpustakaan keliling. Setiap Hari Minggu Pagi pemuda-pemudi berkeliling membawa buku mencari kumpulan anak-anak yang sedang bermain menikmati libur sekolahnya. Buku yang didapatkan berasal dari sumbangan berbagai pihak, mulai dari pemuda-pemudi desa sendiri maupun mencari donatur dengan menyebar pamflet. Dengan adanya perpustakaan keliling atau jalanan ini mendapatkan redpon baik dari anak-anak kemudian mereka tertarik untuk meminjam buku untuk kemudian dibaca dirumah. Setelah berkeliling dan membuka 'lapak' dijalan, akhirnya pemuda-pemudi tersebut mulai berpikir kembali bagaimana caranya agar anak-anak mendapatkan wadah atau tempat bermain sambil menyalurkan hobi mereka. Akhirnya dibuatlah tempat tetap yang diberi nama Saung Baca Book Island yang lokasinya dipertigaan dukuh. Dinamakan saung karena memang bentuknya seperti saung tempat perani berteduh ditengah sawah melepas penatnya.
Book Island yang berarti Pulau Buku, diharapkan dengan adanya buku-buku tersebut membuat anak-anak menjadi gemar membaca. Saung Baca Book Island diresmikan oleh pemerintah desa sebagai taman baca masyarakat pada tanggal 16 Desember 2016. Diketuai oleh Mustaqim, SH salah satu pelopor pendiri taman baca, Saung Baca Book Island sekarang menjadi tempat bermain dan membaca untuk anak-anak mengisi hari libur mereka. Selain membaca dan meminnjam buku, ditaman baca ini anak-anak juga dapat belajar mendongeng, menggambar, bercocok tanam, membaca puisi, belajar bahasa, pentas seni seperti perkusi dan menari, mengenal alam serta yang lainnya. Selain dari pemuda-pemudi desa sendiri, banyak orang dari luar desa bahkan kota yang tertarik mengajar, berbagi pengalaman atau hanya sekedar mampir untuk melihat saung baca. Mereka yang mengajar biasa disebut sebagai relawan. Kegiatan ditaman baca biasa dilakukan setiap Hari Minggu pagi.
Banyak manfaat dengan didirikannya taman baca ini, anak-anak kembali tertarik untuk membuka buku yang tadinya bisa dilihat mereka lebih suka bermain gedget. Tidak bisa dipungkiri perubahan zaman menjadikan masyarakat tergerus arus globalisasi. Perubahan teknologi menjadi serba online membuat gedget lebih menarik daripada buku. Selain gemar membaca buku yang mulai menghilang, permainan tradisional zaman dahulupun sudah tidak banyak dimainkan lagi. Dengan adanya kemajuan teknologi, para pemuda berinovasi dengan menampilkan video-video pembelajaran untuk anak-anak dengan menggunakan proyektor milik desa. Penanyangan video-video tersebut bertujuan agar anak-anak tidak merasa bosan dengan kegaiatan-kegiatan saung setiap minggunya. Jadi setiap seminggu sekali kegiatan di Saung Baca Book Island bermacam-macam agar anak-anak selalu tertarik untuk datang ke taman baca. Selain sebagai wadah untuk membaca buku, Saung Baca Book Island juga mengajak anak-anak untuk kembali memainkan permainan tradisional zaman dulu sebagai bentuk melestarikan budaya daerah juga agar mengurangi kecanduan anak bermain gedget.
Adanya taman baca ini sedikit banyak telah mengubah kebiasaan anak-anak. Meskipin memang tidak bisa dipungkiri timbal balik yang didapatkan dari masyarakat tidak selalu baik. Ada yang benar-benar menganggap ada, bahkan ada yang benar-benar tidak menganggap keberadaan taman baca tersebut. Banyak sekali kegiatan positif yang dilakukan setiap minggunya. Belajar, bertukar pendapat dan berinteraksi sosial sebagai hal yang paking penting dalam kehidupan masyarakat. Dengan demikian, hubungan teori struktural fungsiaonal dari permaslahan diatas adalah para pemuda-pemudi yang berkumpul saling berinteraksi dan bertukar pikiran mengenai keresahan mereka terhadap kondisi lingkungan sekitar mereka kemudian mereka saling berkoordinasi dan bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan yaitu mendirikan taman baca masyarakat yang berguna bagi lingkungan sekitar agar kehidupan di desa nereka menjadi lebih baik dan maju dengan adanya genereasi penerus bangsa yang berwawasan dan peduli terhadap alam dan lingkungan sekitar.
BAB III
PENUTUP
A. SIMPULAN
Manusia merupakan makhluk sosial, saling membutuhkan satu dengan yang lainnya sehingga keberadaannya dalam masyarakat sangatlah penting sebagai individu yang berguna bagi lingkungan sekitarnya. Dari penjelasan mengenai teori struktural fungsional menurut para ahli diatas, dapat dikatakan bahwa teori ini mengemukakan bahwa masyarakat adalah bagian organisme yang akan memilih hidup dengan damai, tentram, dan seimbang. Setiap masyarakat memiliki keinginan untuk menciptakan kehidupannya dangan baik, yakni melalui cara berkelompok. Saling bekerjasama dan bergotong royong membangun keadaan lingkungan masyarakat yang hidup rukun saling bertoleransi antaranggota kelompok, antarumat seagama, antarumat beda agama, beda suku ras maupun budaya. Pandangan dalam teori struktural fungsional ini juga membawa manusia bahwa hidup ini tidak bisa terpisah dari fakta sosial serta realitas sosial yang akan menjadi kesimbangan sosial jika masyarakat mau bergabung menjadi satu, tanpa adanya persihan yang akan mendorong konflik sosial masyarakat. Terciptanya tatanan masyarakat yang baik akan menjadikan lingkungan masyarakat yang jauh dari adanya konflik masyarakat yang dapat membuat masyarakat terpecah belah.
B. KRITIK DAN SARAN
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan makalah ini masih jauh dari sempurna. Sesungguhnya di dunia ini tidak ada yang sempurna, kesempurnaan hanya milik Allah SWT. Oeh karena itu penulis sangat mengharapkan saran maupun kritik konstruktif dari berbagai pihak agar lebih baik lagi. Penulis berharap semoga makalah ini dapat digunakan sebagaimana mestinya dan bermanfaat kepada para pembacanya.
Demikian penyajian materi ini, mohon maaf apabila banyak kesalahan dalam penulisan. Saya mengharap adanya kritik dan saran dari pembaca yang membangun.
DAFTAR PUSTAKA
http://digilib.uinsby.co.id/ . Teori Struktural Fungsional. Diakses pada Hari Kamis tanggal 4
Juni 2020 pukul 15.35
http://digilib.uinsby.co.id/ . Teori Struktural Fungsional Talcott Parson. Diakses pada Hari
Kamis tanggal 4 Juni 2020 pukul 13.00
http://fis.unj.co.id/ . Teori-teori Hukum Fungsional Struktural. Diakses pada Hari Kamis 4 Juni
2020 pukul 13.30
https://dosensosiologi.com . 6 Teori Struktural Fungsional Menurut Para Alhi dan Contohnya
Lengkap. Diakses pada Hari Jum'at tanggal 5 Juni 2020 pukul 11.52
artikel mantab👍👍
BalasHapus